Kamis, 06 Maret 2014

Harapan

Tak terasa sudah tiga tahun aku mulai masuk dalam dunia blogger, tak terasa pula sekarang sudah kelas 9
dan sebentar lagi akan menginjak ke kelas 10 (kelas 1 SMA), pastinya kalau sudah di akhir SD kls 6, atau bahkan SMP kls 9 ini orang orang di sekeliling kita banyak yang tanya tanya "kamu mau ngelanjutin kemana ? terus kemana ?".

ya gitulah, dan pastinya cari dan pilih pilih sekolah yang cocok, kalau aku sih pinginnya ke Turki atau ke SMAIT Insanul Fikri Magelang. Dan ini alasanku : TURKI : alasanku ingin melanjutkan sekolah kr Turki ini karena ingin mencari pengalaman hidup yang lebih banyak. Tapi sebelum ke Turki aku harus terlebih dahulu
ke pondok tahfidz As Sulaimaniyah, kenapa ke pondok dulu ? kenapa nggak langsung ke sana ?
pertanyaan itu sempat terpikir olehku. tentusaja sekolah ke luar negri itu nggak semudah itu harus belajar bahasa dari negara itu. Nah, selain itu kalau mau ke Turki itu harus hafal al qur'an, yaa sempet sih dulu aku paling nggak suka pelajaran al qur'an karena susah hafalinnya hehe.. . Terus kenapa aku pingin hafalin ? tentu ada alasannya juga... itu karena menghafal alquran meningkatkan daya kerja otak (namanya menghafal pasti otaknya bekerja keras untuk menghafal) selain itu aku juga dapat melestarikan al qur'an.

Kalau sekolah di SMAIT Insanul Fikri Magelang ? aku ke SMAIT ini kalau nggak keterima di Turki. Oke alasan pertamaku ingun sekolah di sekolah itu karena termasuk JSIT (Jaringan Sekolah Islam Terpadu) dulukan aku sekolah di SDIT terus ke SMPIT nah sekarang aku mau ke SMAIT dan muncul sebuah pertanyaan lagi.. kenapa harus SMAIT ? SMA Negeri kan ada yang lebih bagus... . Itu dia kenapa aku memilih melanjutkan sekolah ke SMAIT anggap saja sebagai bentenglah.. kalau di sekolah negeri itu kebanyakan kan anaknya pada pacaran tuh... nah aku takut nanti malah kecantol yang kayak begituan
makanya aku lanjuti ke sekolah islam sekalian.

Seletelah SMA kuliah kan ya ? dan jauh sebelum kuliah pasti kebanyakan orang sudah punya cita cita. Kalau  cita citanya ini masuk ke jurusan ini kalau cita citanya itu masuk jurusan itu dsb. Kalau aku pinginnya
jadi Programmer sama Psikolog kenapa programmer ? kenapa Psikolog ? ini alasanku..

Programmer

1. Pencari Solusi
Menjadi programmer mengharuskan seseorang terbiasa mencari solusi untuk setiap masalah yang ditemui di kantor. Kepentingan pribadi biasa mereka kesampingkan demi menemukan solusi atas permasalahan tersebut. Bagi seorang programmer, membiarkan suatu masalah tergeletak tanpa sepaket itu merobek harga diri mereka.

2. Pintar dan Banyak Tahu
Para calon mertua tentu ingin cucunya lucu dan pintar. Sifat yang kedua ini 30%-nya adalah faktor genetis dan sisanya adalah faktor lingkungan (orang tua dan sumber pengetahuan lainnya). Untungnya, kedua faktor tersebut dikuasai dengan baik oleh programmer.

3. Selalu Update Infromasi
Programmer hidup di lingkungan yang nggak bakal jauh dari internet. Dan pada saat ini, media yang paling cepat untuk menyebarkan informasi adalah internet! Para programmer ini pasti adalah orang-orang yang terlebih dahulu mengetahui berita terbaru. Baik itu tentang Higgs-Boson, Samsung yang kalah banding melawan Apple, mahasiswa Binus yang merampok AlfaMidi, ataupun lukisan Jesus yang tidak sengaja dirusak nenek-nenek berumur 80 tahun.

4. Penyabar
Programmer terlatih untuk bersabar menghadapi bos sendiri dan klien. Mereka terbiasa kerja lembur tanpa adanya bonus dari atasan. Kalau programmer marah, biasanya mereka melampiaskannya ke komputer atau smartphone mereka. Kekerasan fisik tidak mereka pilih karena sudah terlalu lelah dengan pekerjaan kantor. Ternyata sifat penyabar ini juga berguna juga untuk menghadapi si calon mertua.

5. Deadline Itu Biasa
Jadwal yang ketat, dan load kerjaan yang tinggi merupakan makanan sehari-hari bagi programmer. Deadline pun bukan sesuatu yang baru, dan programmer bahkan terbiasa dengan deadline yang dimaju-majukan si Bos biar klien senang.

6. Multi Bahasa
Calon menantu yang bekerja bukan sebagai programmer, umumnya hanya menguasai maksimum 3 bahasa: Indonesia, Inggris, dan bahasa daerah masing-masing. Beda dengan programmer, yang pasti memiliki tambahan minimal 3 bahasa lagi. Bisa Java, PHP, Assembly, C, atau sekedar HTML.

7. Keren
Katanya sih programmer itu cool dan keren. Bagi yang gak sepakat, jangan marah dan iri ya.
Hehe...

Psikolog

1. Pemahaman diri
Siapakah yang tidak tertarik untuk memahami diri mereka sendiri dengan lebih baik? Tidak ada cara yang lebih baik untuk memahami diri sendiri selain melalui pengetahuan psikologi. Semua perilaku dapat dipahami melalui pemahaman psikologi. Selain itu dapat membantuku untuk menangani emosi negatif secara efektif.

2. Empati
Sebagian besar masalah yang timbul di antara orang-orang karena mereka gagal untuk memahami satu sama lain. Mereka tidak bisa memahami sudut pandang orang lain. Psikologi membantuku agar dapat memahami mengapa orang berpikir sedemikian rupa. Sebagai hasilnya, aku dapat berempati terhadap orang lain. aku mungkin tidak setuju dengan mereka, tetapi ketika aku melihat alasan di balik keyakinan mereka, aku akan  memahami mereka dengan lebih baik.

3. Adaptasi
Dengan peningkatan kemampuan untuk berempati dengan orang lain, aku mampu beradaptasi lebih baik dalam setiap kelompok sosial, baik itu di sekolah, tempat kerja, atau kelompok masyarakat lainnya, di mana terdapat berbagai jenis dan sifat manusia. Belajar psikologi akan membantuku dalam memahami karakteristik individu. Pengetahuan tentang psikologi akan membantu dalam membangun kerjasama dalam kelompok.

4. Keterampilan komunikasi
Psikologi menjelaskan bagaimana orang dapat berkomunikasi. Dengan memahami hal ini, aku dapat menggunakan metode yang akan membantu dalam meningkatkan keterampilan komunikasi dan membuatnya lebih persuasif dan efektif. Memahami komunikasi manusia juga akan memudahkanku untuk menghindari membuat kesalahan yang menyebabkan miss komunikasi. Selain itu, dalam profesi tertentu seperti dalam penjualan, sumber daya manusia, media, motivator dsb, komunikasi adalah kuncinya, pengetahuan tentang psikologi dapat terbukti sangat bermanfaat.

5. Pemecahan masalah
Pengetahuan psikologi juga akan membantuku dalam memecahkan masalah sehari-hari yang lebih efektif. Bila aku memiliki pemahaman tentang bagaimana orang cenderung untuk bereaksi dalam situasi tertentu, aku dapat menghadapi situasi dengan cara yang lebih baik. Selain itu, pemahaman tentang pemikiranku sendiri dan psikologi akan memungkinkanku untuk mengatasi masalah, tanpa kehilangan kesabaran.

6. Pemahaman yang lebih baik
Psikologi memungkinkanku untuk memahami orang lain dengan lebih baik, melihat mereka dalam perspektif yang lebih luas. Ini akan membantuku untuk memahami emosi irasional seseorang. Sebagai akibat dari hal ini, aku juga akan berada dalam posisi untuk membantu mereka dengan gejolak emosional mereka. Aku tidak perlu menjadi seorang konselor profesional untuk membantu orang dengan masalah mereka, aku dapat menggunakan pengetahuanku untuk membimbing teman-teman dan keluarga.


Ahh... akhirnya selesai juga...nah itu harapanku untuk beberapa tahun kedepan. Semoga bermanfaat bagi kalian semua yang membaca ini.

1 komentar: